Minggu, 14 Desember 2025

Al Washliyah Bantu Korban Bencana Alam Siklon Senyar di Tapsel


Ketua Pengurus Daerah Al Washliyah Tapanuli Selatan, Dr H. Nurfin Sihotang, MA, Ph.D., baru-baru ini menyalurkan bantuan untuk korban bencana ekologi Siklon Senyar di Aceh, Sumut, dan Sambar di Tapanuli Selatan, sebagaimana diunggah di akun TikTok resminya. Aksi ini menjadi bukti kepedulian organisasi terhadap masyarakat terdampak bencana.

Bantuan ini diberikan langsung oleh pengurus daerah, menyasar keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat banjir dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Dr Nurfin menekankan bahwa bantuan ini merupakan tanggung jawab sosial Al Washliyah sebagai ormas yang lahir dari semangat keagamaan dan kemanusiaan.

Beberapa bulan lalu, Al Washliyah juga terlibat dalam memperkuat pendidikan di Tapanuli Selatan. Hal ini terlihat dari proyek wakaf madrasah yang diterima organisasi di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, beberapa waktu lalu. Lahan dan bangunan sekolah seluas 160 meter persegi kini dikelola untuk pendidikan anak-anak setempat.

Pihak pewakif, Ibrahim Saragih, S.Pd, menyerahkan tanah beserta bangunan madrasah agar dapat dikelola secara profesional oleh Al Washliyah. Surat ikrar hibah wakaf telah ditandatangani pada 3 Mei 2024, dan saat ini proses kenaziran masih berjalan.

Dr Nurfin menyatakan bahwa madrasah ini sangat tepat untuk mendukung pendidikan anak-anak di Kecamatan Sipirok. Selama ini, daerah tersebut belum memiliki sekolah setingkat SMP yang memadai, sehingga kehadiran madrasah akan menutup kekosongan tersebut.

Gedung madrasah tiga lokal saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Ruang kelas belum sepenuhnya dibatasi dengan dinding, lantai belum dikeramik, dan fasilitas seperti kamar mandi serta ruang guru masih dalam pembangunan.

Al Washliyah berharap bantuan dari masyarakat dan pihak terkait dapat mempercepat penyelesaian madrasah. Kebutuhan anggaran saat ini diperkirakan sekitar Rp 200 juta untuk menyelesaikan seluruh fasilitas dasar dan penunjang pendidikan.

Selain membangun fisik madrasah, Al Washliyah Tapanuli Selatan juga fokus pada pengembangan organisasi melalui pendidikan, dakwah, dan sosial. Setiap tingkat kecamatan diharapkan memiliki fasilitas pendidikan dasar yang dikelola oleh Al Washliyah.

Organisasi ini telah berkiprah sejak 1930 di Medan, Sumatera Utara. Seiring waktu, Al Washliyah terus menata aset dan wakaf yang dipercayakan masyarakat untuk menunjang pendidikan dan kesejahteraan umat.

Pengurus daerah menekankan bahwa pengelolaan wakaf harus transparan dan profesional. Langkah ini bertujuan membangun kepercayaan masyarakat serta memaksimalkan manfaat bagi umat.

Aksi tanggap bencana oleh Al Washliyah menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Bantuan darurat kepada korban siklon Senyar menjadi bukti nyata kepedulian ini.

Dr Nurfin menyebutkan bahwa peran organisasi dalam mitigasi bencana juga sangat penting. Al Washliyah berupaya mempersiapkan komunitas lokal agar lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

Kegiatan kemanusiaan ini selaras dengan visi Al Washliyah untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Aksi ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu sesama yang terdampak bencana.

Pengurus Al Washliyah berharap kehadiran madrasah dan kegiatan sosial lainnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat setempat. Pendidikan dianggap sebagai kunci pembangunan berkelanjutan di Tapanuli Selatan.

Selain itu, Al Washliyah juga menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mencakup pengembangan UMKM, pelatihan keterampilan, dan dukungan bagi wirausaha lokal agar mereka mampu bangkit pasca-bencana.

Ketua PD Tapanuli Selatan menegaskan bahwa setiap program harus dijalankan secara transparan dan melibatkan masyarakat. Partisipasi aktif warga menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek pendidikan dan bantuan sosial.

Al Washliyah juga mengelola bantuan secara berkelanjutan. Bantuan bencana tidak hanya disalurkan sekali, tetapi dipantau untuk memastikan pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Organisasi ini juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan mitra strategis untuk memperkuat jaringan sosial. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan efektivitas bantuan dan pembangunan fasilitas pendidikan.

Pendekatan holistik yang diterapkan Al Washliyah, yakni menggabungkan pendidikan, dakwah, sosial, dan tanggap bencana, menjadikan organisasi ini berbeda dengan lembaga kemanusiaan lain.

Dengan berbagai program yang dijalankan, Al Washliyah berpotensi memberi dampak positif jangka panjang. Anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas, masyarakat terdampak bencana terbantu, dan pengelolaan wakaf lebih optimal.

Akhirnya, langkah konkret Al Washliyah Tapanuli Selatan melalui bantuan siklon Senyar dan pembangunan madrasah menunjukkan bahwa ormas ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ke depan, organisasi diharapkan terus berkembang dan memperluas jangkauan kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar